Traveling Bernilai Ibadah Dan Berkah? Perhatikan Hal Ini!

Traveling Bernilai Ibadah Dan Berkah? Perhatikan Hal Ini!

Traveling sering kali dikaitkan sebagai kegiatan duniawi. Tidak sedikit pula yang memandang kalau traveling merupakan kegiatan yang menghamburkan uang. Namun, MCT sudah pernah membahas manfaat-manfaat traveling dari anjuran Islam. Apa dengan manfaat-manfaat tersebut, kegiatan traveling masih dianggap tidak penting? Semoga MCT Fam tidak beranggapan demikian ya!

 

Selain banyak manfaat yang didapatkan dari traveling, ternyata traveling juga bisa bernilai ibadah lho, MCT Fam! Berikut sunnah-sunnah traveling yang dapat MCT Fam lakukan agar mendapatkan pahala:

 

  1. Tidak Traveling Sendirian

Seorang Muslim dimakruhkan bersafar sendirian, tapi hendaknya bersama beberapa orang. Sehingga lebih aman dan bisa saling mengingatkan kebaikan serta melarang kemungkaran di perjalanan.

Diriwayatkan pula dari Ibnu Umar, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Andaikan orang-orang mengetahui akibat dari bersafar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka mereka tidak akan bersafar di malam hari sendirian.“ (HR. Bukhari)

 

  1. Meng-qasar Shalat

Adapun meng-qasar (meringkas) shalat ketika safar, itu lebih dianjurkan (jika memenuhi batas jarak safar). Meng-qasar shalat ketika safar hukumnya sunah muakkadah (sangat ditekankan). Meng-qasar shalat adalah mengerjakan shalat Zuhur atau shalat Asar atau shalat Isya hanya dua rakaat saja. Adapun shalat Maghrib dan shalat Subuh tidak bisa di-qasar.

Ibnu Umar mengatakan: “Aku biasa menemani Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan beliau tidak pernah menambah salat lebih dari dua rakaat dalam safar. Demikian juga Abu Bakar, Umar, dan Utsman, radhiallahu’anhum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Membaca Doa Keluar Rumah dan Naik Kendaraan

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa: bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illaa billah (dengan menyebut nama Allah, yang tidak ada daya tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah), maka dikatakan kepadanya, ‘Kamu akan diberi petunjuk, kamu akan dicukupi kebutuhannya, dan kamu akan dilindungi’. Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi (oleh Allah).’” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

 

  1. Memperbanyak Doa di Perjalanan

Hendaknya menggunakan waktu perjalanan untuk memperbanyak Dzikrullah, berdzikir mengingat Allah, dan berdoa kepada-Nya. Karena ketika safar adalah waktu yang mustajab, terkabulnya doa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ada tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan lagi tentangnya: doanya seorang yang dizalimi, doanya musafir, doa buruk orang tua terhadap anaknya’” (HR. Imam Ahmad, dan Abu Daud).

 

  1. Shalat Dua Rakaat Sepulang Traveling

Dianjurkan ketika pulang dari safar, sebelum menuju ke rumah, hendaknya shalat dua rakaat di Masjid.

Dari Ka’ab bin Malik, ia berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika beliau pulang dari safar, beliau mendahulukan masuk Masjid kemudian shalat dua rakaat di Masjid kemudian duduk.” (HR. Bukhari, dan Muslim).

Ketika pulang terdapat tambahan: “Aayibuuna taa-ibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduuna (Kami kembali, dalam keadaan bertaubat dan menyembah kepada Rabb kami, dan memuji-Nya)” (HR. Muslim).

 

Source:

https://www.halalmui.org/mui14/main/detail/agar-traveling-bernilai-ibadah-membawa-berkah

Post a Comment

You don't have permission to register